teknologi perbankan = E – money, E – banking dan E – commerce

PENGERTIAN DAN MANFAAT E-MONEY

A. Pengertian E-Money
pengertian e-money mengacu pada definisi yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS) dalam salah satu publikasinya pada bulan Oktober 1996. Dalam publikasi tersebut e-money didefinisikan sebagai “stored-value or prepaid products in which a record of the funds or value available to a consumer is stored on an electronic device in the consumer’s possession” (produk stored-value atau prepaid dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa nilai uang dalam e-money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran. Disamping itu e-money yang dimaksudkan disini berbeda dengan “single-purpose prepaid card” lainnya seperti kartu telepon, sebab e-money yang dimaksudkan di sini dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran (multipurposed). E-money yang dimaksudkan disini juga berbeda dengan alat pembayaran elektronis berbasis kartu lainnya seperti kartu kredit dan kartu debet. Kartu kredit dan kartu debet bukan merupakan “prepaid products” melainkan “access products”. Secara umum perbedaan karakteristik antara “prepaid product” dan “access product” adalah sebagai berikut:
1. Prepaid product (e-money)
– Nilai uang telah tercatat dalam instrumen e-money, atau sering disebut dengan stored value.
– Dana yang tercatat dalam e-money sepenuhnya berada dalam penguasaan konsumen.
– Pada saat transaksi, perpindahan dana dalam bentuk electronic value dari kartu e-money milik konsumen kepada terminal merchant dapat dilakukan secara off-line. Dalam hal ini verifikasi cukup dilakukan pada level merchant (point of sale), tanpa harus on-line ke komputer issuer.
2. Access product (kartu debet dan kartu kredit)
– Tidak ada pencatatan dana pada instrumen kartu.

– Dana sepenuhnya berada dalam pengelolaan bank, sepanjang belum ada otorisasi dari nasabah untuk melakukan pembayaran.

– Pada saat transaksi, instrumen kartu digunakan untuk melakukan akses secara on-line ke komputer issuer untuk mendapatkan otorisasi melakukan pembayaran atas beban rekening nasabah, baik berupa rekening simpanan (kartu debet) maupun rekening pinjaman (kartu kredit). Setelah di-otorisasi oleh issuer, rekening nasabah kemudian akan langsung didebet. Dengan demikian pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debet mensyaratkan adanya komunikasi on-line ke komputer issuer. Selain produk e-money sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, saat ini, khususnya di Indonesia mulai bermunculan inovasi produk-produk pra-bayar yang secara fungsional mirip dengan e-money, namun secara teknis, karakteristiknya berbeda dengan karakteristik e-money yang dimaksudkan dalam kajian ini. Contohnya adalah model prabayar yang umumnya dikembangkan oleh perusahaan telekomunikasi dimana nilai uang tidak disimpan di dalam kartu (bukan stored value) melainkan disimpan dalam server data base perusahaan telekomunikasi yang menerbitkan kartu pra-bayar tersebut. Dalam hal ini perintah perpindahan dana untuk pembayaran harus dilakukan secara on-line ke server penerbit melalui short messaging services (SMS). Model prabayar ini sebenarnya adalah pengembangan dari bentuk pulsa yang kemudian dikembangkan untuk dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran.

B. Manfaat E-Money
Beberapa manfaat atau kelebihan dari penggunaan e-money dibandingkan dengan uang tunai maupun alat pembayaran non-tunai lainnya, antara lain :
– Lebih cepat dan nyaman dibandingkan dengan uang tunai, khususnya untuk transaksi yang bernilai kecil (micro payment), disebabkan nasabah tidak perlu menyediakan sejumlah uang pas untuk suatu transaksi atau harus menyimpan uang kembalian. Selain itu, kesalahan dalam menghitung uang kembalian dari suatu transaksi tidak terjadi apabila menggunakan e-money.
– Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu transaksi dengan e-money dapat dilakukan jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu kredit atau kartu debit, karena tidak harus memerlukan proses otorisasi on-line, tanda tangan maupun PIN. Selain itu, dengan transaksi off-line, maka biaya komunikasi dapat dikurangi.
– Electronic value dapat diisi ulang kedalam kartu e-money melalui berbagai sarana yang disediakan oleh issuer.

TINJAUAN ASPEK TEKNIS E-MONEY
Penggunaan e-money sebagai salah satu alternatif alat pembayaran non-tunai di satu sisi memberi manfaat dan kelebihan dibanding alat pembayaran tunai dan non-tunai lainnya, namun di sisi lain e-money juga memiliki berbagai potensi risiko. Risiko e-money ini pada prinsipnya terkait dengan aspek teknis yang melekat di dalamnya. Oleh karena itu, untuk mengenali potensi risiko yang ada pada e-money, perlu terlebih dahulu memahami aspek teknis pada e-money. Tinjauan aspek teknis yang dibahas dalam bab ini sebagian besar bersumber dari laporan yang disusun oleh Task Force on Security of Electronic Money, Committee on Payment and Settlement Systems, BIS pada tahun 1996. Sejauh ini uraian aspek teknis pada laporan tersebut dirasa masih cukup relevan hingga saat ini.
A. Media Penyimpanan Data Elektronis
Berdasarkan media yang digunakan untuk merekam ‘nilai uang’ yang telah dikonversi ke dalam format elektronis, produk e-money umumnya dikategorikan atas dua kelompok yaitu card-based product dan softwarebased product.

1. Card-based product (prepaid card) E-money dalam bentuk card-based product sering juga disebut sebagai electronic purses. Card-based product pada prinsipnya dimaksudkan untuk pembayaran yang bersifat langsung (face to face), namun demikian saat ini beberapa card-based product juga dapat digunakan untuk pembayaran via internet dengan menambahkan alat tertentu pada komputer pengguna. Jenis produk ini menggunakan media kartu dengan teknologi integrated circuit (IC) atau dikenal dengan ‘IC card’ yang mengandung microprocessor chip (chip). IC cards dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu : smart cards dan memory cards. Smart card telah memiliki fungsi untuk melakukan proses data serta fungsi penyimpanan. Sementara memory card hanya memiliki fungsi untuk penyimpanan
data. Saat ini, produk e-money yang berbasis kartu pada umumnya menggunakan teknologi smart card, mengingat fungsi ’dataprocessing’ sangat dibutuhkan untuk melakukan proses perhitungan. Smart card sendiri dapat digolongkan lagi menjadi 2 (dua) type yaitu :

– contact type, dimana dalam penggunaannya kartu harus diinsert ke dalam mesin pembaca (card-reader); dan

– contactless type, dimana dalam penggunaannya kartu tidak harus di-insert ke dalam card-reader, melainkan cukup diarahkan/didekatkan ke alat pembaca (tanpa harus menyentuh).

Secara fisik, smart card merupakan kartu plastik dimana sebuah IC chip ditanamkan ke dalam kartu tersebut. Di dalam chip tersebut terdapat operating system dan aplikasi (sotfware) yang di-install pada saat proses produksi (manufacturing) chip dimaksud. Microprocessor chip inilah yang berfungsi sebagai pusat pengendalian seluruh transaksi yang mempunyai kemampuan untuk melakukan perhitungan-perhitungan serta perekaman data. Spesifikasi fisik dan elektronik dari suatu produk smart card umumnya mengacu pada standard internasional (ISO/EMV). Secara umum, komponen ’chip’ yang ada pada smart card adalah
sebagai berikut :
– Central Processing Unit (CPU), yang berfungsi untuk melakukan perhitungan;
– Read Only Memory (ROM), yang berfungsi untuk menyimpan operating system dan aplikasi sistem;
– Electronically Erasable and Programmable ROM (EEPROM), yang berfungsi untuk menyimpan data variabel seperti saldo e-money, data pemegang kartu dan lain-lain;
– Random Accesss Memory (RAM), yang berfungsi sebagai ‘work area’ pada saat chip melakukan processing; dan
– Input/Output (I/O) yang berfungsi untuk melakukan kontak dengan external devices.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh kelompok kerja BIS yang meneliti mengenai perkembangan e-money di berbagai negara. produk e-money yang saat ini umumnya dikembangkan termasuk ke dalam kelompok card-based product. Contoh card-based product yang saat ini telah dikembangkan di negara-negara lain antara lain, Octopus Card, Visa Cash, Mondex, Proton dan lain-lain.

2. Software-based product (prepaid software)
Sering disebut juga digital cash. Produk e-money yang masuk dalam kelompok ini pada prinsipnya merupakan suatu aplikasi (software)  yang kemudian di-install ke dalam suatu Personal Computer (PC) yang dijalankan dengan operating system yang standard. Produk ini dikembangkan untuk melakukan transaksi melalui suatu jaringan komputer (internet). Meskipun demikian, beberapa card-based product (seperti Mondex) juga sudah dapat digunakan untuk melakukan transaksi melalui internet dengan menggunakan alat bantu tertentu. Beberapa contoh software-based product di beberapa negara antara lain, Kleline (Prancis), e-cash (Swiss), Barclaycoin (UK), CyberCoin (USA) dan lain-lain. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh kelompok kerja BIS, produk e-money yang berbasis software ini masih relatif sedikit.

B. Teknik representasi ‘nilai uang’ dalam e-money

Berdasarkan teknik yang digunakan untuk merekam dan memanipulasi data elektronis yang merupakan representasi ‘nilai uang’ yang terkandung di dalamnya, produk e-money dapat dibedakan atas :

1. Balance-based product

Teknik yang digunakan untuk memanipulasi data dalam konsep ini menerapkan prinsip yang biasa digunakan dalam proses pembukuan dimana setiap transaksi yang terjadi akan diperlakukan sebagai proses debit atau kredit yang kemudian akan mempengaruhi outstanding (saldo) yang terdapat di dalam e-money. Produk e-money yang dikembangkan saat ini pada umumnya menggunakan teknik balancebased design ini.

2. Note-based product

Prinsip yang digunakan dalam konsep ini adalah merekam ‘banknotes’ yang di-represantasi dalam bentuk ‘serial number’. Setiap serial number mewakili ‘bank-notes’ dalam pecahan (denominasi) tertentu yang bersifat unik dan mempunyai nilai yang fix (tidak dapat ditukar ke denominasi yang lebih kecil). Jumlah saldo yang tersimpan merupakan total seluruh denominasi ‘bank-notes’ yang direkam. Pada saat terjadi transaksi, ‘bank note’ dalam bentuk serial number inilah yang ditransfer atau dipindahkan. Design ini mempunyai kelemahan apabila si pemilik tidak mempunyai jumlah denominasi yang persis sama dengan nilai transaksi yang akan dilakukan.

C. Features e-money

Penerapan features pada scheme e-money di berbagai negara sangat bervariasi. Berikut ini beberapa features yang dapat diterapkan pada penyelenggaraan e-money berdasarkan laporan hasil pengamatan kelompok kerja BIS.

1. Transferability

Features ini dimaksudkan untuk memberikan batasan kepada siapa transaksi atau transfer dana dari e-money dapat dilakukan. Secara teknis, e-money dapat dikembangkan untuk bisa melakukan transaksi atau transfer dana secara bebas (free transferability) dari satu pemegang kartu ke pemegang kartu lainnya secara off-line melalui alat bantu tertentu. Transaksi seperti ini akan sulit dideteksi dan ditelusuri sebab tidak termonitor oleh penyelenggara secara langsung. Contoh produk e-money yang mempunyai fasilitas ini adalah Mondex, dimana dengan menggunakan alat bantu tertentu
seorang pemegang kartu mondex dapat memindahkan dana-nya ke pemegang kartu mondex lainnya. Namun berdasarkan pengamatan yang dilakukan kelompok kerja BIS, produk e-money yang dikembangkan pada umumnya membatasi features ini dimana pemegang kartu hanya dapat melakukan transfer dana kepada merchant dan merchant hanya dapat ‘mentransfer’ (menagih/menyetorkan) pembayaran-pembayaran yang diterimanya kepada issuer.

2. Otorisasi On-line

Otorisasi on-line yang dimaksudkan disini adalah suatu proses validasi oleh penyelenggara atau card issuer atas transaksi e-money yang dilakukan oleh pemegang kartu. Feature on-line ini bisa diterapkan untuk seluruh transaksi atau dibatasi hanya untuk transaksi-transaksi tertentu saja yang dianggap kritikal, seperti pada saat ’loading transaction’ (pengisian ulang) oleh pemegang kartu atau proses deposit (penyetoran) oleh merchant. Konsekuensi dari penerapan feature on-line ini adalah adanya tambahan biaya komunikasi dan waktu dalam penyelesaian suatu transaksi. Oleh karena itu, pada umumnya feature ini hanya diterapkan untuk transaksi-transaksi tertentu saja, seperti pada saat pengisian ulang (top up).

3. Information Collectin

Feature ini dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan suatu transaksi . setiap transaksi pembayaran yang menggunakan e-money akan menghasilkan informasi baik yang terkait dengan aspek finansial maupun sekuriti. Informasi ini antara lain bisa meliputi, nominal transaksi, lokasi, waktu, dan lainlain. Informasi ini bisa disimpan secara temporer atau permanen di kartu milik konsumen, terminal merchant atau pada pusat komputer penyelenggara (issuer). Semakin lengkap informasi transaksi yang disimpan akan semakin memudahkan penyelenggara dalam melakukan pelacakan (tracing) jika terjadi fraud.

4. Pengisian ulang

Suatu produk e-money dapat di-design hanya untuk sekali penggunaan (disposable) dimana tidak dapat digunakan lagi apabila dana yang tersimpan pada e-money telah habis. Alternatif lainnya adalah produk e-money yang dapat diisi ulang setiap waktu melalui berbagai cara (reloadable), seperti transfer dari rekening, pembayaran tunai atau dengan kartu kredit.

5. Single atau multiple currencies

Secara teknis, e-money dapat di-design untuk multiple currencies. Namun pada umumnya produk e-money yang ada saat ini hanya menggunakan single currency yaitu mata uang yang berlaku di negara yang bersangkutan.

6. Single atau multiple aplications

Secara teknis, miroprocessor chip pada smart card mampu mengoperasikan lebih dari satu aplikasi. Dengan demikian suatu card-based product dapat berfungsi sekaligus sebagai kartu kredit, kartu debet, dan lain-lain bahkan bisa ditambahkan aplikasi yang bersifat non-payment seperti program royalti, medical record, identity dan lain-lain.

D. Proses Transaksi

Aspek teknis lainnya yang perlu diperhatikan terkait dengan tingkat keamanan adalah mekanisme transaksi dengan menggunakan e-money. Transaksi pembayaran dengan e-money pada prinsipnya dilakukan melalui pertukaran data elektronik antar dua media komputer dari pihak yang bertransaksi yaitu antara kartu konsumen dan terminal merchant dengan menggunakan protocol yang telah ditetapkan sebelumnya. Pertukaran data elektronik ini dapat dilakukan melalui kontak langsung (contact) atau tidak langsung (contactless) dengan bantuan alat yang disebut card-reader. Jenisjenis transaksi dengan e-money, secara umum meliputi:

1. Penerbitan (issuance) dan pengisian nilai uang (top-up atau loading)

Pengisian ‘nilai uang’ pertama kali kedalam e-money dapat dilakukan terlebih dahulu oleh issuer sebelum dijual kepada ke konsumen. Untuk selanjutnya konsumen dapat melakukan pengisian ulang (top up) yang umumnya dapat dilakukan melalui ATM dan terminal-terminal pengisian ulang yang telah dilengkapi peralatan khusus oleh issuer. Proses pengisian ulang melalui ATM/terminal pada umumnya dirancang agar dapat langsung mempengaruhi/mendebet rekening\nasabah yang telah ’link’ dengan kartu e-money milik konsumen.

Proses pengisian ulang pada umumnya dilakukan secara on-line dengan koneksi langsung ke komputer issuer, namun demikian dimungkinkan pula pengisian dilakukan secara offline dimana penyelesaian transaksi oleh issuer dilakukan setelah saldo di kartu bertambah. Dalam beberapa kasus, untuk produk e-money yang “reloadable” dimungkinkan pula bersaldo negatif (overdraft) dimana pada saat ada penagihan, dana tersebut akan ditalangi dari rekening nasabah yang telah diperjanjikan sebelumnya.

2. Transaksi pembayaran

Pada saat seseorang melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu e-money, maka mekanisme yang dilakukan secara garis besar adalah sebagai berikut :
– Konsumen meng-insert/mengarahkan kartu ke terminal merchant;
– Terminal merchant memeriksa kecukupan saldo e-money terhadap nominal yang harus dibayar;
– Jika saldo pada kartu e-money lebih besar dari nominal transaksi, terminal memerintahkan kartu untuk mengurangi saldo pada kartu sejumlah nominal transaksi;
– Kartu milik konsumen kemudian memerintahkan terminal untuk menambah saldo pada terminal sebesar nominal transaksi.

3. Deposit, Collection

a. Deposit/Refund
Pada beberapa produk, nasabah pemegang e-money dapat melakukan refund atau penyetoran kembali dana pada e-money yang tidak terpakai/masih tersisa untuk didepositkan ke dalam rekeningnya.

b. Collection
Proses collection biasanya dilakukan oleh merchant yaitu penyetoran electronic value yang diterima oleh merchant dari konsumen kepada issuer untuk untung rekening merchant.

RISIKO KEAMANAN (SECURITY RISKS)
Motivasi utama seseorang untuk melakukan kejahatan terhadap e-money adalah untuk memperoleh keuntungan finansial. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menciptakan produk palsu, mencuri kartu atau data emoney milik orang lain. Jika e-money yang dipalsukan atau dicuri itu kemudian dapat ditukarkan ke dalam bentuk uang tunai atau aset lain maka hal ini tentunya dapat menyebabkan kerugian bagi pihak-pihak yang terkait seperti penerbit
maupun konsumen pengguna e-money.
Dalam penyelenggaraan e-money, faktor utama yang mempengaruhi tingkat security penggunaannya antara lain adalah instrumen/peralatan (hardware) yang digunakan, baik oleh konsumen maupun oleh merchant, aplikasi (software) serta
proses pertukaran data elektronik pada saat terjadi transaksi. Aspek-aspek teknis yang terkait dengan instrumen e-money ini telah diuraikan pada bab sebelumnya.
Berikut ini akan diuraikan mengenai potential security risk serta security measures yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi risiko-risiko dalam penyelenggaraan e-money.

Potential Security Risk
Secara umum, potentialsecurity risk yang terdapat dalam penyelenggaraan e-money adalah sebagai berikut:

1. Duplication of devices

Risiko kejahatan ini merupakan upaya untuk membuat duplikasi dari kartu yang asli, sehingga dapat digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran sebagaimana kartu yang asli. Kejahatan dengan cara duplikasi ini tentunya memerlukan upaya yang cukup rumit (complicated) oleh orang yang mempunyai tingkat keahlian yang cukup tinggi, sebab pelaku kejahatan ini harus memiliki jenis dan tipe chip serta operating system yang persis sama dengan kartu yang asli. Hal ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara seksama seluruh aspek teknis pada kartu yang asli.

2. Alteration or duplication of data/software

Risiko ini merupakan risiko kejahatan melalui upaya perubahan atau modifikasi data atau aplikasi yang ada pada kartu yang asli, sedemikian rupa sehingga si pelaku memperoleh keuntungan finansial. Misalnya dengan menambah data outstanding dana pada e-money atau merubah sistem internal aplikasi akunting pada kartu chip sehingga  prosedur perhitungan akuntingnya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Upaya kejahatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan sistem security pada operating system atau melalui ‘physical attacks’ terhadap chip itu sendiri.

3. Alteration of message

Risiko ini merupakan risiko kejahatan melalui upaya untuk melakukan perubahan/intervensi ketika data elektronis/message dikirim pada saat seseorang melakukan transaksi. Risiko ini akan lebih mungkin terjadi ketika produk e-money digunakan untuk pembayaran melalui jaringan internet.

4. Pencurian

Bentuk kejahatan e-money yang paling sederhana adalah dengan mencuri kartu e-money milik orang lain untuk kemudian menggunakan dana yang masih tersisa. Pencurian juga dapat dilakukan oleh orang-o r a n g dalam yang terlibat dalam penyelenggaraan e-money, misalnya dengan melakukan pengisian dana secara tidak legal ke dalam kartu. Pencurian juga bisa dilakukan oleh oknum yang memproduksi ‘smart card’ atau issuer sebelum instrumen tersebut dijual atau diterbitkan ke konsumen atau bahkan mencuri kunci cryptographic tanpa sepengetahuan perusahaan. Bentuk pencurian lainnya juga bisa dilakukan oleh oknum yang bekerja di bagian pengembangan produk dengan memberikan dokumen rahasia yang berisikan design produk kepada pihak lain. Bentuk pencurian yang paling berbahaya adalah pencurian kunci cryptographic milik penerbit (issuer) yang mungkin dilakukan oleh orang dalam maupun pihak luar.

5. Penyangkalan transaksi (repudiation)

Bentuk penyalahgunaan lainnya dalam penyelenggaraan e-money adalah penyangkalan bahwa seseorang telah melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money. Dengan penyangkalan ini, merchant maupun issuer dapat dirugikan. Risiko ini juga lebih mungkin terjadi pada produk e-money yang berbasis software (software-based product) yang menggunakan jaringan internet dalam pengiriman message pada saat bertransaksi.

6. Malfunction

Risiko malfunction dapat berupa data corrupt atau hilang, tidak berfungsinya aplikasi atau kegagalan dalam pengiriman
message. Risiko malfunction ini dapat diakibatkan oleh gangguan fisikal maupun elektronis pada instrumen atau karena adanya interupsi pada saat pengiriman message antar pihak yang  bertransaksi. Keadaan ini dapat menyebabkan kerugian bagi pihak yang terkait. Sebagai contoh, apabila gangguan tersebut kemudian mengakibatkan berkurang/bertambahnya outstanding dana yang terekam dalam e-money. Jika hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang beritikad tidak baik, maka issuer sebagai pihak yang mempunyai liability dapat dirugikan.

PENGERTIAN DAN MANFAAT E – BANKING

Pengertian Internet Banking – Mungkin teman-teman sekalian sudah sering mendengar istilah Internet Banking, baik di media Surat Kabar, Televisi dan juga Radio. Namun apakah teman-teman sudah mengetahui pengertian internet banking tersebut?

Menurut sumber situs internet pengertian internet banking adalah pemanfaatan tekhnologi internet, sebagai media untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan transaksi perbankan. Kegiatan ini menggunakan jaringan internet, sebagai perantara atau penghubung antara nasabah bank dan pihak bank. Selain itu, bentuk trasaksi yang dilakukan pun bersifat maya, atau tanpa memerlukan proses tatap muka antara nasabah dan petugas bank yang bersangkutan.
Dari pengertian internet banking diatas, maka sedikit dapat ditambahkan bahwa internet banking merupakan sebuah proses transaksi perbankan yang sudah berubah dari yang bersifat konvensional menjadi digital. Transaksi konvensional adalah sebuah transaksi yang memerlukan interaksi secara langsung antara nasabah dan petugas bank.

Jika dengan melakukan transkasi bank secara konvensional dibutuhkan adanya kontak fisik antara pihak bank dengan nasabah, maka ketika menggunakan transaksi digital hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Untuk melakukan transaski bank secara digital, maka aksi komunikasi yang terjalin hanya melalui komunikasi tertulis dengan perantara internet

Manfaat E-Banking

Electronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. Fungsi penggunaannya mirip dengan mesin ATM dimana sarananya saja yang berbeda, seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening, transfer dana antar rekening atau antar bank, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan seperti: listrik, telepon, kartu kredit, dll. Dengan memanfaatkan e-banking banyak keuntungan yang akan diperoleh nasabah terutama apabila dilihat dari banyaknya waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah memiliki sarana pendukung untuk melakukan layanan e-banking tersebut.

Seorang nasabah akan dibekali dengan login dan kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitas e-banking milik bank bersangkutan. Selanjutnya, nasabah dapat melakukan login dan melakukan aktifitas perbankan melalui situs web bank bersangkutan. Sebenarnya e-banking bukan barang baru di internet, tapi di Indonesia sendiri baru beberapa tahun belakangan ini marak diaplikasikan oleh beberapa bank papan atas. Konon ini berkaitan dengan keamanan nasabah yang tentunya menjadi perhatian utama dari para pengelola bank disamping masalah infrastruktur bank bersangkutan.

Keamanan memang merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Sebuah situs e-banking diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangat ketat untuk menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memang betul-betul berhak. Salah satu teknik pengamanan yang sering dugunakan dalam e-banking adalah melalui SSL (Secure Socket Layer) maupun lewat protokol HTTPS (Secure HTTP).

BCA salah satu bank pelopor e-banking di Indonesia. BCA menawarkan produk perbankan elektronik berupa KlikBCA, yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi perbankan melalui komputer dan jaringan internet. KlikBCA dilengkapi dengan security untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data dan transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Untuk menambah keamanan pihak bank melengkapi juga dengan KeyBCA, yaitu alat pengaman tambahan untuk lebih mengamankan transaksi finansial di KlikBCA. Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan password yang selalu berganti setiap kali melakukan transaksi finansial. Dengan demikian, keamanan nasabah bertransaksi akan makin terjaga.

Dengan hadirnya e-banking tidak hanya nasabah saja yang mendapatkan manfaat melainkan juga menciptakan efek manfaat yang lain bagi bank, yakni meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau biaya (fee based income). Sebagian besar fee berasal dari layanan transaksi yang ditawarkan e-banking, misalnya untuk pembayaran tagihan listrik dikenai biaya Rp 2.500 per transaksi. Semakin sering nasabah bertransaksi lewat e-banking, semakin banyak pula fee yang diperoleh bank. Belakangan ini jenis pendapatan nonbunga tumbuh lebih cepat ketimbang pendapatan bunga. Selain itu biaya operasional juga menjadi sangat murah dibandingkan dengan biaya transaksi melalui kantor cabang, biaya di cabang relatif lebih besar karena untuk membayar karyawan, pengamanan, listrik, dan biaya sewa gedung. Dengan segala manfaat yang bisa didapat melalui e-banking beberapa bank rela menanamkan investasi yang mahal untuk mengembangkan e-banking. Akan tetapi tidak banyak bank yang bisa mengembangkannya karena terbenturnya masalah biaya.

PENGERTIAN DAN MANFAAT E – COMMERCE

A. PENGERTIAN

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

B. MANFAAT

Secara umum E-COMMERCE merupakan aktivitas perdagangan melalui media internet. Manfaatnya dan keuntungannya banyak sekali yang dapat dihasilkan, antara lainnya :
Manfaat E-COMMERCE bagi konsumen :
1. Electronic commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hamper setiap lokasi.
2. Electronic commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
3. Electronic commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
4. Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, electronic commerce menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
5. Pelanggan bisa menerima informasi relevan secar detail dalam hitungan detik, bukan lagi menjadi hari.
6. Electronic commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
7. Electronic commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
8. Electronic commerce memudahkan persaingan yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.
Manfaat E-COMMERCE bagi masyarakat :
1. Electronic commerce memungkinkan orang untuk bekerja didalam rumah dan tidak banyak keluar untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.
2. Electronic commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah,sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan meningkatkan taraf hidup mereka.
3. Electronic commerce memungkinkan orang di Negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa Electronic commerce. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.
4. Electronic commerce memfasilitsi layanan public, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, dan atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan kesehatan, misalnya bisa menjangkau pasien daerah pedesaan.
Manfaat E-COMMERCE bagi bisnis :
1. Perusahaan-perusahaan dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
2. E-COMMERCE menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang elakukan bisnis diinternet akan mengurangi biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis bisnis tradisional.
Singkatnya dari semua yang telah dijelaskan dibagian atas tersebut manfaat dan keuntungan yang didapatkan dari E-COMMERCE adalah sebagai berikut :
• Bagi Konsumen : harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
• Bagi Pengelola bisnis : efisiensi, tampa kesalahan, tepat waktu.
• Bagi Manajemen : peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: